√Cara Merawat Kucing Persia Flatnose©

Diposting pada

Kucing Persia Flatnose adalah salah satu ras kucing Persia yang paling terkenal. Kucing ini memiliki sosok yang lucu, unik dan cantik.

Cara-Merawat-Kucing-Persia-Flatnose

Ciri-ciri utama kucing ini adalah hidungnya tidak rata dan rata dengan wajah, kepalanya terlihat agak persegi, matanya kecil dan bulat, cakarnya tidak terlalu pendek dan memiliki bulu yang panjang.


1. Menjaga kesehatan induknya

Jika kucing masih melahirkan induknya, jaga kesehatan induknya terlebih dahulu, karena anak kucing di bawah 3 bulan masih menyusu dengan induknya, maka kucing induk tersebut berisiko terkena penyakit menular pada anak kucingnya. Ini sangat penting untuk diperhatikan. Baca juga cara merawat kucing setelah operasi.


2. Susu

Anak kucing berhidung datar yang sedang menyusui ibunya atau yang tidak memiliki induk boleh diberikan susu tambahan untuk memaksimalkan pemberian ASInya. Sediakan susu khusus untuk anak kucing, tersedia di toko hewan peliharaan. Jangan berikan susu sapi karena bisa menyebabkan diare.

Nutrisi tambahan juga bisa diganti dengan air rebusan beras (water starch), yaitu air pada nasi yang Anda masak. Saring airnya, berikan dalam kondisi panas. Cairan ini mengandung karbohidrat, yang dapat memberi anak kucing energi dan meningkatkan kesehatan pencernaan atau mendorong buang air besar.


3. Air mineral

Memberi atau memberi tambahan air minum tentunya dengan air bersih. Wadah minum harus steril dan dalam posisi rendah yang dapat dijangkau anak kucing. Kucing umumnya suka bermain, memiliki tempat minum yang cukup kuat untuk menghindari ditarik dan dipukul.

Baca Juga Artikel Lainnya :  √Kucing Birman©

4. Makan basah

Untuk bahan makanan, Anda bisa membelinya di toko hewan peliharaan dengan label khusus untuk kucing (kucing). Makan sehat memengaruhi pertumbuhan rambut dan tubuh. Anak kucing dapat mulai mencerna dengan lancar pada usia 7 minggu. Anak kucing berumur 6 minggu sampai 2 bulan harus diberi makan dengan porsi kecil 6 sampai 8 kali sehari.


5. Lingkungan tempat

Jaga tempat tinggalnya, beri tempat yang nyaman, hangat dan bersih, tubuh kucing berhidung pipih berumur 2 bulan biasanya masih kecil, dan bulunya tidak lebat, mudah dingin. Sediakan kain lembut sebagai alas dan cahaya terang atau selimut agar tetap hangat.


6. Sirkulasi udara

Tempatkan kandang kucing dengan sirkulasi udara yang merata. Sirkulasi udara dapat mencegah kelembapan, yang mencegah perkembangan berbagai bakteri, sehingga anak kucing terhindar dari berbagai penyakit. Letakkan di lokasi yang terkena sinar matahari tidak langsung. Jangan letakkan di tempat yang panas atau hujan.


7. Pemindahan dan tempat tinggal

Ingatlah untuk memberikan kebebasan bergerak yang cukup, anak kucing itu lucu dan gesit. Anak kucing Persia berhidung pipih dapat berjalan dan berlari sejak bulan pertama kehidupannya. Tentu saja, dia mulai berfungsi dan bermain. Beri kucing ruang untuk merasa nyaman dan aktif. Juga memberikan perlindungan terhadap hewan lain seperti anjing atau kucing dewasa. Anak kucing tidak bisa melindungi dirinya sendiri. Sebagai pemilik, Anda harus memastikan keamanan Anda.


8. Vaksin dan obat-obatan

Vaksin berperan penting dalam perawatan kucing berhidung pipih. Vaksin berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya, mencegah berbagai penyakit, dan memperpanjang umur kucing Anda. Vaksin yang diam-diam diberikan kepada anak kucing pada usia 2 bulan adalah vaksin tricat untuk mencegah panleukopenia pada kucing (radang pada sistem pencernaan yang dapat menyebar ke kucing lain). Setelah divaksinasi, anak kucing diberikan obat cacing.

Baca Juga Artikel Lainnya :  √Kucing Ragdoll©

9. Tempat pembuangan kotoran

Untuk membuat anak kucing Anda lebih mudah, sediakan baki berukuran satu liter untuk membuang kotorannya, gunakan kotoran khusus yang dijual di toko hewan peliharaan, letakkan alas seperti koran, dan pastikan kucing berada di tempat yang mudah dijangkau. untuk kucing. Untuk melatihnya, Anda harus memasukkannya ke dalam pasir setelah memberinya makan sehingga dia mengerti apa yang harus dilakukan.


10. Mainan khusus untuk kucing

Sediakan mainan seperti pendulum atau mainan khusus kucing lainnya untuk merangsang aktivitasnya. Mengundang kamu bermain agar ia bersentuhan langsung dengan kamu sehingga ketika dewasa ia menjadi kucing yang jinak dan menyayangi kamu.


11. Membersihkan wajah dan tubuh

Kucing Persia pipih memiliki struktur wajah yang membuat matanya berair dan kotor. Karena itu, sering-seringlah membersihkannya agar tidak sakit. Jangan memandikan anak kucing Persia berukuran besar yang baru berusia 2 bulan, jika tidak mereka akan kedinginan dan sakit, meskipun dimandikan dengan air hangat.

Jika ingin membersihkan, lakukan di bak mandi kering sambil mengusap tubuh dengan kain kering. Bersihkan tubuh secara lembut dengan kain. Jika Anda harus menggunakan air, Anda dapat merangsangnya dengan memercikkannya ke seluruh tubuh Anda. Ingatlah untuk menyisir bulu secara menyeluruh dengan sisir kucing khusus.


12. Mencegah hairballs

Hariball (bulu muntahan) adalah bulu yang menggulung dan menghalangi saluran pencernaan kucing. Pasalnya, kucing sering menjilati bulunya sendiri untuk menjaga kebersihan alaminya, yang terkadang menyebabkan bulu tersebut masuk ke dalam mulutnya. Salah satu cara untuk menghindarinya adalah dengan minum setengah sendok teh minyak kelapa 2-3 kali seminggu.


13. Kasih sayang

Yang terakhir adalah sedikit kasih sayang, sentuh dengan lembut agar terasa nyaman di dekat Anda. Inilah yang harus Anda lakukan saat berinteraksi dengannya. Jangan kasar, tapi anak kucing adalah bayi yang harus diperlakukan dengan lembut. Jangan menggendong anak kucing terlalu erat, karena dapat menyebabkan nyeri tulang bahkan kematian. Pegang dengan lembut tapi kuat dan pastinya jangan sampai jatuh.

Baca Juga Artikel Lainnya :  √Merawat Kucing Russian Blue©

Sekian Penjelasan Materi Pada Pagi Hari Mengenai “13 Cara Merawat Kucing Persia Flatnose Harus Dipahami

Semoga Apa yang Disampaikan Bermanfaat Buat Para Pecinta Kucing …!!!


Share this: